Budayakan SAPA ^_^

Di zaman sakarang, orang-orang semakin banyak yang bersikap egoistis. Mementingkan dirinya sendiri, tanpa memperdulikan orang lain. Akibatnya, semua hal ditanggung sendiri. Dan budaya tegur sapa pun semakin pudar. Ketika saling berjumpa, saling memperlihatkan ego masing-masing. Tidak menganggap kalau ada orang yang lewat. Bahkan, seorang murid pun jarang memberi sapa pada guru. Ditambah, guru sendiri tidak terlalu gubris murid yang menyapa. Malah semakin renggang hubungan antara guru dan murid.

Sama juga dengan kerabat. Mungkin karena memiliki harta yang berlimpah, jadi tidak tidak pernah menyapa. Merasa tidak butuh bantuan mereka. Merasa bisa menyelesaikan urusannya sendiri. Atau mungkin dengan alasan yang lain kenapa seseorang kepada kerabatnya kok tidak saling tegur sapa. Hal itu membuat kerenggangan dalam keluarga. Jadinya, tidak mengenal sanak satu dengan sanak yang lain. Lama-lama hubungan kekeluargaannya pun akan terputus.

Sebagai seorang muslim, tegur sapa dilakukan dengan mengucapkan salam. Ketika bertemu langsung mengucapkan salam. Tentang mengucapkan salam, Nabi Muhammad pernah bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, eratkanlah tali kekeluargaan, shalatlah ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamata.” (HR. At-Tirmdzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih).

Nah, jadi mengucapkan salam itu wajib. Bahkan, jika tidak terdengar atau tidak jelas harus mengulangi lagi. Sebagaimana sabdanya yang lain “Apabila seseorang dari kalian bertemu saudaranya (yakni sesama muslim), hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Jika antara keduanya terhalang sebuah pohon, dinding, atau batu kemudian bertemu lagi dengan saudaranya itu, hendaklah bersalam lagi.” (HR. Abu Dawud). Salam yang tidak terdengar oleh orang yang kita salami, perlu diulangi lagi. Agar tidak dianggap langguk atau cuek. Dan tali hubungan tidak terputus.

Mengucapkan salam itu penting. Dan ditujukan kepada siapapun, selama dia beragama Islam. Tidak memilih-milih. Karena kita orang besar, tidak mau memberi salam kepada yang kecil. Karena kita pintar, tidak mau memberi salam kepada yang belum pintar. Karena kaya, kita tidak mau memberi salam kepada yang miskin. Karena menjadi bos, kita tidak mau memberi salam kepada karyawan. Karena kita pejabat, kita tidak mau memberi salam dan cuek kepada rakyat. Salah. Seharusnya stratifikasi sosial tidak mempengaruhi jiwa sosial. Kebersamaan harus dilestarikan. Agar tercipta masyarakat yang besatu teguh.

Memang, ada kita dilarang mengucapkan salam kepada orang yang berbeda keyakinan dengan kita, “Janganlah memulai ucapan salam kepada orang yahudi dan jangan pula Nasrani. Jika kalian bertemu dengan salah seorang dari mereka (yakni orang yahudi atau nasrani) pada suatu jalanan, paksalah (pepetlah) mereka untuk melalui jalan yang tersempit.” (HR. Muslim). Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak boleh menyapa meraka. Hanya saja, tidak boleh menggunakan fasilitas syariat Islam. Untuk menyapa mereka tidak perlu mengucapkan salam. Cukup dengan senyum saja. Pasti mereka tahu kalau kita itu menyapa.

Menyapa memang terasa berat sekali. Buktinya, masih banyak orang-orang di sekeliling kita yang masih cuek satu sama lain. Tapi yah perlu kita coba. Sebenarnya kita tahu tatkala bertemu dengan orang lain itu harus menyapa. Tapi ada rasa wegah atau malau untuk menyapa “jangan-jangan, tidak digubris” “jangan-jangan, tidak digugu” dan lain sebagainya. Itu sudah biasa. Yang perlu kita lakukan adalah mencoba. Apapun yang terjadi, itu urusan “bagaimana nanti”.

Lowongan Kerja Guru

Assalamualaikum ikhwan dan akhwat sekalian, kami SDIT Assalam memerlukan bantuan tenaga guru sebanyak 4 orang dengan kualifikasi sebagai berikut :

1. Pria/ Wanita

2. Sehat Jasmani

3.Tidak merokok

4.Lancar membaca Al-quran

jikalau memenuhi kualifikasi diatas segera kirimkan CV ikhwan/akhwat sekalian ke alamat sekolah SDIT Assalam, atau email kami di sdit@assalam.web.id, syukron

Puisi Perpisahan

SAM_3494Jangan pernah menyesal karena pernah mengenalku
Jangan pernah melupakan kehadiranku dalam hari harimu

Dahulu ..

Saat mentari pagi menyambut datangnya hari
akupun menikmati kebersamaan kita dalam dhuha
dan syahdunya tilawah yg dilantunkan anak anak kita
kemudian kita pun sibuk dengan jadwal mengajar kita
menghampiri senyum anak didik kita dikelas masing masing

Baca lebih lanjut

MENGGENGGAM AMANAH BARU

5 Juli 2012

Raker Guru ( RM. Dukuh Pinang )

Kegiatan rutin yang selalu terselenggara dan selalu dengan semangat kami nanti, meski tahu di dalamnya adalah seabreg pekerjaan, namun karna suasana yang akrab dan tempat yang sejuk, sejenak melupakan kita pada tugas-tugas di depan. Bertambah kompaknya dengan nyanyian perut yang sedikit berirama keroncong …. Stooop Santap dulu yuuuk,

Tiba point yang dinanti pembagian Job Desk guru tahun ajaran 2012 / 2013 dengan lembut namun tegas Sang Bapak Kepsek Pun membacakan :

Kepsek     : Ust. Ahmad Bukhori S.Pd.I

Wakasek Kurikulum  : Yulia Mardhika Pangka S.Pd

Wakasek Kesiswaan   : Ridwan Nurhadi

Waka 1     : Huriyatul Kamila

Aswal 1   : PIa Indriawati

Waka 2    : Yayuk Sugiarti

Aswal 2   : Rumsiyah

Waka 3    : Ahdian

Waka 4

Kegiaatan ekskul teater

Hai….salam dari kami,
Inilah kami anggota ekskul teater SDIT Assalam yang dibimbing oleh Ibu Yulia. Kami adalah (Syifa kls II, Syifa kls III, Syifa kls VI, Bintang, Natasya, Febi, Latifah, Vina, Indah, Cita, Rika).

SEKILAS INFO :
Orang mengira belajar main teater untuk jadi aktor atau aktris. Padahal, tidak harus begitu. Ada latihan tertentu dalam teater yang manfaatnya dapat kita rasakan dalam kehidupan .
Latihan vocal, misalnya bukan hanya urusan penyanyi, kita perlu latihan vocal agar cara bicara kita bisa lebih baik. Latihan vocal ini dilakukan dengan cara menyanyi dengan suara tinggi, berbicara dengan jarak jauh, bergumam, dan juga banyak lagi.
Tubuh juga menjadi perhatian dalam latihan teater. Banyak cara untuk latihan tubuh, misalnya senang, bergerak bebas, menari.
Ekspresi pun juga kita latih agar anak dapat menumpahkn ekspresi saat senang, sedih janganlah disimpan dalam hati saja. BRAVO TEATER…..